Diplomasi Olahraga Indonesia

Diplomasi Olahraga Indonesia karya Didot Mpu Diantoro hadir sebagai salah satu karya yang menawarkan perspektif baru dalam kajian hubungan internasional dan kebijakan publik di Indonesia.
Buku ini merupakan karya pionir yang mengangkat diplomasi olahraga sebagai bidang kajian serius dalam konteks Indonesia. Ditulis oleh praktisi event olahraga nasional-internasional dan peneliti di Pusat Studi Diplomasi dan Industri Olahraga, buku ini lahir dari kegelisahan: mengapa olahraga yang sering hadir dalam praktik politik Indonesia justru absen dalam literatur akademik nasional?
Menggunakan pendekatan interdisipliner yang kaya, penulis mensintesis teori dari hubungan internasional, sosiologi olahraga, diplomasi publik, hingga ekonomi politik—Guttmann, Nye, Cull, Murray, Pigman, hingga Cha—dirangkai menjadi kerangka analitis utuh. Penulis bahkan menyodorkan definisi baru diplomasi olahraga berbasis kebijakan terintegrasi.
Analisis historis cukup mendalam. Dari Olimpiade Yunani Kuno, turnamen abad pertengahan, Diplomasi Pingpong (1971), Rugby World Cup Afrika Selatan (1995), Olimpiade PyeongChang 2018, hingga Piala Dunia Qatar 2022—semua dibedah dengan pisau teori yang tajam.
Buku ini memiliki relevansi tinggi bagi Indonesia. Penulis tidak sekadar memuji Asian Games 2018 atau prestasi bulu tangkis, tetapi berani mengidentifikasi kelemahan struktural: fragmentasi kelembagaan, ketiadaan koordinasi lintas sektor, dan diplomasi yang event-driven versus policy-driven. Hanya relatif minim data kuantitatif dan studi kasus mendalam tentang Indonesia.
Yang menarik adalah tawaran kebijakan konkret, meski mungkin terkesan ambisius. Puncak buku adalah usulan Dewan Nasional Diplomasi Olahraga (DNDO) sebagai pusat koordinasi lintas kementerian, indikator evaluasi triple-bottom line (prestasi–diplomasi–ekonomi), serta integrasi pendidikan tinggi sebagai pilar kebijakan.
Buku ini menjadi rujukan penting bagi pengambil kebijakan (Kemenpora, Kemenlu), akademisi hubungan internasional dan studi olahraga, serta praktisi event olahraga. Kontribusi utamanya: mengubah cara pandang—olahraga bukan sekadar prestasi atau hiburan, melainkan instrumen kekuasaan negara yang strategis jika dikelola dengan tepat.
Diplomasi Olahraga Indonesia adalah buku berani yang mengisi kekosongan literatur nasional. Ia menjelaskan mengapa olahraga penting bagi diplomasi sekaligus bagaimana Indonesia merancang kebijakannya. Meskipun berat secara akademik dan perlu penyempurnaan data, buku ini wajib dibaca untuk memahami potensi olahraga sebagai soft power Indonesia. “Tanpa kedaulatan makna, kemenangan atlet berhenti sebagai kebanggaan domestik yang berumur pendek dan tidak terkonversi menjadi pengaruh internasional.”
Pada akhirnya, Diplomasi Olahraga Indonesia merupakan sebuah kontribusi awal untuk memperkaya literatur nasional sekaligus mendorong lahirnya kesadaran baru bahwa olahraga bukan hanya tentang kemenangan di arena pertandingan, melainkan juga tentang membangun pengaruh, kepercayaan, dan kehormatan bangsa di panggung dunia.
