Memahami dan Membangun Dialog Sosial Yang Efektif,

Buku ini ditulis diharapkan memberi inspirasi dalam proses pengembangan dialog sosial untuk mencapai perubahan menuju perbaikan bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam perusahaan.
APINDO bekerjasama dengan Dutch Employers’ Cooperation Programme (DECP), Federasi Serikat Pekerja di Belanda (CNV) dan
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) mengadakan Training of Trainers (TOT) Dialog Sosial. Pelatihan ini adalah salah satu program agar para anggota APINDO dan KSBSI terampil untuk melakukan Dialog Sosial yang memang sangat diperlukan dalam proses penyelesaian masalah hubungan industrial.
Dialog sosial bukan hal baru, meskipun istilah ini santer digaungkan di era ini. Menurut International Labor Organization (ILO) dalam Practical Guide for Strengthening Social Dialogue in Public Service Reform tahun 2005, Dialog Sosial terdiri dari semua jenis
negosiasi, konsultasi atau hanya pertukaran informasi antara, atau diantara, perwakilan pemerintah, pengusaha dan pekerja, tentang isu isu kepentingan bersama terkait kebijakan ekonomi dan sosial.
Secara umum, buku ini mengupas konsep dasar dialog sosial, prinsip-prinsip pelaksanaannya, serta berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan komunikasi yang lebih produktif dan partisipatif. Pembahasan mengenai pentingnya komunikasi yang efektif, saling percaya, dan kemampuan mendengarkan menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang harmonis antar pemangku kepentingan.
Buku ini menjelaskan bahwa dialog sosial bukan sekadar pertukaran informasi atau proses negosiasi formal. Dialog sosial merupakan mekanisme yang memungkinkan berbagai pihak dengan kepentingan berbeda untuk mencari pemahaman bersama dan solusi yang dapat diterima semua pihak.Melalui berbagai contoh dan ilustrasi, pembaca diajak memahami bahwa keberhasilan dialog tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbicara, tetapi juga oleh kemampuan memahami perspektif pihak lain serta membangun rasa saling menghormati. Prinsip ini sejalan dengan berbagai kajian komunikasi interpersonal yang menempatkan empati, keterbukaan, dan kemampuan mendengarkan sebagai faktor utama komunikasi yang efektif.
Salah satu kelebihan utama buku ini adalah kemampuannya menjembatani aspek teoritis dan praktis. Penulis tidak hanya menjelaskan konsep-konsep akademik, tetapi juga menunjukkan bagaimana dialog sosial dapat diterapkan dalam situasi nyata, baik dalam organisasi, hubungan industrial, maupun kehidupan bermasyarakat.
Bahasa yang digunakan relatif mudah dipahami sehingga dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, praktisi sumber daya manusia, pengurus serikat pekerja, manajer, hingga pemimpin organisasi.
Selain itu, buku ini relevan dengan kebutuhan zaman yang menuntut pendekatan kolaboratif dibandingkan pendekatan konfrontatif dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan organisasi.
Kasih Bintang Artikel ini

Leave a Reply